Rabu, 26 Juli 2017

Sosialisasi dan Praktik Langsung Pembuatan Media Tanam Cocopeat


     Tanah adalah unsur yang penting bagi kehidupan. Hampir semua makhluk hidup melangsungkan kehidupannya di atas permukaan tanah, tak terkecuali tumbuhan. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang sangat bergantung pada tanah. Karena di dalam tanah banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh.
     Namun, seiring berjalannya waktu kondisi bumi semakin mengenaskan. Global warming semakin merambah, menyebabkan musim kering berkepanjangan. Sehingga banyak tanaman di sawah atau kebun yang mati karena kekeringan. Pun semakin tahun jumlah ketersediaan tanah atau lahan semakin berkurang. Dua hal tersebut menyebabkan menurunnya produksi tanaman berkurang. Tetapi ada cara alternatif yang mudah untuk menanggulangi hal tersebut. Yakni dengan menggunakan media tanam Cocopeat.
     Cocopeat adalah sebuh media tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai bahan dasarnya, tapi media tanam ini menggunakan serbuk yang terbuat dari sabut kelapa. Tekstur yang dimiliki Cocopeat memiliki tekstur yang mirip dengan tanah. Selain itu, cocopeat mengandung beberapa unsur hara. Meskipun tidak sebanyak kandungan dalam tanah. Walaupun begitu sifat dari cocopeat ini mengikat air lebih banyak ketimbang tanah biasa.
     Cocopeat dapat digunakan sebagai media tanam tanaman sayur-mayur. Sedangkan untuk tanaman di sawah, cocopeat dapat diaplikasikan sebagai campuran pada tanah. Dengan menggunakan cocopeat sebagai media tanam ataupun bahan campuran dengan tanah, maka air yang terserap akan lebih lama terikat di dalamnya. Sehingga tanaman memiliki persediaan air lebih lama di dalam tanah.
     cocopeat di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Selain sebagai alternatif sebagai pengganti dan/atau campuran tanah, media tanam cocopeat ini juga berfungsi untuk menanggulangi menumpuknya limbah sabut kelapa. Seperti yang diketahui bersama bahwa kelapa merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Nyabakan Timur. Jadi, dengan diadakannya pelatihan pembuatan media tanam cocopeat, diharapkan agar para masyarakat di Desa Nyabakan Timur bisa meminimalisir limbah sabut kelapa dan memaksimalkan produksi tanaman yang ada.
     Pada kesempatan kali ini, KKN 69 Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan pelatihan pembuatan media tanam cocopeat di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Selain sebagai alternatif sebagai pengganti dan/atau campuran tanah, media tanam cocopeat ini juga berfungsi untuk menanggulangi menumpuknya limbah sabut kelapa. Seperti yang diketahui bersama bahwa kelapa merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Nyabakan Timur. Jadi, dengan diadakannya pelatihan pembuatan media tanam cocopeat, diharapkan agar para masyarakat di Desa Nyabakan Timur bisa meminimalisir limbah sabut kelapa dan memaksimalkan produksi tanaman yang ada.

Share This
Previous Post
First

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: