Minggu, 13 Agustus 2017

Pelatihan Pembuatan Manisan dan Dodol Siwalan

Pelatihan Pembuatan Manisan dan Dodol Siwalan
Lontar merupakan salah satu tanaman yang memilikj potensi sebagai sumber bioetanol. Sebutan lain dari lontar merupakan pohon siwalan. Tinggi pohon ini, bisa mencapai 12 sampai 13 meter. Siwalan banyak tumbuh di bagian timur pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Salah satunya di pulau Madura bagian timur tepatnya di desa nyabakan timur kenyamatan batang-batang kabupaten sumenep.
Adapun manfaat siwalan cukup banyak, salahsatunya yaitu air nira yang dapat dimanfaatkan menjadi minuman segar dan makanan penyegar/pencuci mulut berkalori tinggi, cuka atau kecap dan gula siwalan/gula lempeng/gula semut. Buahnya dapat dimanfaatkan untuk makanan manisan atau buah kalengan, kue, selai dan obat kulit (dermatitis) dan daging buahnya untuk bahan dempul.. Bunga dari pohon siwalan bisa dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit liver dan daunnya dapat dimanfaatkan untuk bahan kerajinan tangan.
Pohon siwalan di kabupaten sumenep tepatnya di desa nyabakan timur kecamatan batang-batang sangat melimpah, yang hampir setiap hektar tanah terdapat pohon siwalan namun kurang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Pemanfaatan siwalan hanya pada daun yang digunakan salah satunya sebagai atap, wadah dan anyaman tikar selain daun, air niranya diambil sebagai minuman segar dan juga dibuat gula sedangkan untuk buah siwalan hanya dimanfaatkan saat diperlukan saja seperti campuran kolak ato dawet, sehingga potensi buah siwalan yang ada sangat disayangkan karena banyaknya buah siwalan yang terbuag sia-sia bahkan kebanyakan dari buah siwalan banyak diambil oleh masyarakat dari kabupaten sebelah dan diperbolehkan mengambil tanpa batas.
Maka dari itu kami selaku kuliah kerja nyata (KKN) 69 universitas trunojoyo madura memberikan solusi agar lebih memanfaatkan buah siwalan sehingga bisa bernilai ekonomis. Salah satunya pengolahan manisan siwalan dan dodol siwala.
1. Pengolahan manisan siwalan
Manisan siwalan yang terbuat dari bahan nutrijel, gula, siwalan yang sudah dihaluskan. kami memanfaatkan daging buah yang masih muda untuk dijadikan manisan siwalan. Pengolahan dari manisan siwalan ini sangatlah mudah. Pertama, haluskan daging buah siwalan yang masih muda. Lalu,  masak air dengan campuran nutrijel rasa plan satu bungkus dan tambahkan dengan gula sesuai selera ( takaran dapat disesuaikan dengan kadar rasa manis ). Masak dengan api kecil hingga larut butiran gula, setelah tercampur rata tambahkan daging buah siwalan yang sudah di haluskan. Aduk merata hingga mendidih. Setelah mendidih matikan api kemudian tuang adonan ke dalam cetakan, dinginkan sampai kurang lebih 30 menit. Setelah dingin, potong dadu kecil - kecil. Kemudian jemur hingga benar - benar kering, biasanya memakan waktu kurang lebih 3 sampai 4 hari. Proses pembuatan manisan siwalan ini telah kami sosialisasikan kepada para warga terutama ibu - ibu di Desa Nyabakan Timur. Respon para warga sangatlah antusias. Mereka membuat manisan ini bersama para kumpulan ibun- ibu lainnya.
2. Pengolahan Dodol Siwalan

Selain pengolahan manisan siwalan, siwalan juga kami olah menjadi dodol siwalan. Berbeda dengan manisan siwalan, dodol siwalan membutuhkan bahan - bahan yang beraneka ragam antara lain, tepung terigu, tepung kanji, gula merah, gula pasir, daun pandan garam, santan, air dan daging siwalan muda yang sudah dihaluskan. Proses pembuatannya sama dengan pembuatan dodol biasanya. Pertama - tama haluskan daging buah siwalan, kemudian ambil wadah campurkan tepung kanji, tepung terigu dengan adonan santan, tambahkan air sedikit kemudian campurkan garam, aduk adonan hingga benar - benar tercampur tanpa ada gumpalan. Kemudian , masak air dengan gula merah, gula putih serta daun pandan. Masak hingga larut, kemudian campurkan adonan tepung ke dalam larutan gula merah yang sudah cair. Aduk hingga merata, adonan ini harus tetap diaduk selama kurang lebih 6 sampai 7 jam lamanya. Setelah masak, adonan akn berubah warna menjadi coklat pekat. Dinginkan adonan baru kemudian dibentuk sesuai selera. Kami selaku anak kkn, memberikan arahan pembuatan dodol kepada para ibu - ibu. Mereka sangatlah tertarik dengan produk dodol siwalan ini, antusias yang tinggi menjadikan produk kami dapat dikenal di Desa Nyabakan Timur. 

Sabtu, 05 Agustus 2017

Lomba Kemerdekaan

     
 Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan itu didapat karena jasa-jasa para pahlawan yang telah gigih berjuang melawan penjajah. Hingga kini, Indonesia telah merdeka selama 72 tahun. Oleh sebab itu, guna mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan cara mengadakan lomba-lomba.
            Tujuan utama dari pengadaan lomba tersebut adalah untuk memupuk sportifitas antar peserta. Juga untuk menumbuhkan sifat pantang menyerah yang mana mencerminkan gambaran perjuangan para pahlawan.
       Pada tanggal 05 Agustus – 08 Agustus 2017, KKN 69 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan Lomba Kemerdekaan di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Lomba-lomba yang diadakan adalah Lari Kelereng pada tanggal 05 Agustus 2017. Kemudian pada keesokan harinya diadakan 3 lomba sekaligus, yakni Makan Kerupuk, Lomba Adzan, dan Nyo’on Gaddhang. Setelah itu pada tanggal 07 Agustus 2017 KKN 69 Universitas Trunojoyo Madura melangsungkan perlombaan Joget Balon. Dan pada hari terakhir, yakni tanggal 08 Agustus 2017 diadakan lomba Tartil Qur’an dan Balap Karung.
         Setelah mengadakan lomba-lomba selama 4 hari, pada tanggal 10 Agustus 2017 KKN 69 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan Malam Penutupan Lomba Kemerdekaan sebagai acara puncak guna menutup rangkaian acara. Pada acara Malam Penutupan Lomba Kemerdekaan ini, acara-acara yang diadakan yakni pemberian hadiah bagi para pemenang dan penampilan-penampilan dari masyarakat Desa Nyabakan Timur.
           Lomba Kemerdekaan kali ini merupakan lomba yang pertama kali diadakan di Desa Nyabakan Timur. Karena pada tahun-tahun sebelumnya, belum pernah diadakan lomba-lomba seperti itu. Biasanya lomba kemerdekaan hanya diadakan di kecamatan saja. Oleh sebab itu, antusias para warga sangat besar.

            Diharapkan dengan diadakannya lomba-lomba kemerdekaan ini, selain untuk memeriahkan HUT RI ke-72, juga diharapkan agar tumbuh sifat pantang menyerah dan sportifitas pada masyarakat Desa Nyabakan Timur.

Jumat, 04 Agustus 2017

Pengadaan Sarana dan Prasarana Desa

Pengadaan Sarana dan Prasarana Desa
Di Desa Nyabakan Timur, sarana dan prasarana dapat dikategorikan sudah modern, namun untuk menambah kenyaman warga, kami selaku anak KKN menambahkan penunjuk arah di setiap Dusun. Penunjuk arah ini dibuat menggunkan kayu dengan papan ukuran papan 15 cm serta tiang setinggi 1, 5 meter. Kayu yang sudah diukur kemudian dipotong - potong sesuai kebutuhan yang diinginkan. Kami anak KKN 69 mengajak para warga sekitar untuk membuat penunjuk arah. Warga pun ikut antusias dengan pembuatan penunjuk jalan ini. Pembuatan penunjuk arah ini, memakan waktu hingga kurang lebih selama satu minggu. Dari mulai pemotongan dengan ukuran yang dibutuhkan. Lalu diratakan setiap pinggiran kayu kemudian di cat dengan baground warna putih. Proses ini memakan waktu hingga 2 sampai 3 hari. Proses ini menggunakn 2x pengecatan ulang warna putih. Kemudian baru diberi tulisan yang menjadikan arah penunjuk jalan. Tulisan ini dicat menggunakan warna hitam untuk membedakan antara baground dan tulisan.


Pemasangan penunjuk jalan ini di dibantu para pemuda pemudi ketika memasang disetiap titik yang menunjukkan arah menuju Desa Nyabakan Timur dan di setiap Dusun. Hal ini mempermudah warga untuk mengetahui batasan setiap Dusun serta arah menuju Desa Nyabakan Timur. Karena dalam perjalanan menuju Desa Nyabakan Timur, sangatlah dipenuhi dengan lorong - lorong yang sama dan tanpa batas. Dengan begitu, tanpa bertanya mereka pun akan mengetahui dengan sendirinya dengan bantuan penunjuk jalan 

Rabu, 26 Juli 2017

Sosialisasi dan Praktik Langsung Pembuatan Media Tanam Cocopeat


     Tanah adalah unsur yang penting bagi kehidupan. Hampir semua makhluk hidup melangsungkan kehidupannya di atas permukaan tanah, tak terkecuali tumbuhan. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang sangat bergantung pada tanah. Karena di dalam tanah banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh.
     Namun, seiring berjalannya waktu kondisi bumi semakin mengenaskan. Global warming semakin merambah, menyebabkan musim kering berkepanjangan. Sehingga banyak tanaman di sawah atau kebun yang mati karena kekeringan. Pun semakin tahun jumlah ketersediaan tanah atau lahan semakin berkurang. Dua hal tersebut menyebabkan menurunnya produksi tanaman berkurang. Tetapi ada cara alternatif yang mudah untuk menanggulangi hal tersebut. Yakni dengan menggunakan media tanam Cocopeat.
     Cocopeat adalah sebuh media tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai bahan dasarnya, tapi media tanam ini menggunakan serbuk yang terbuat dari sabut kelapa. Tekstur yang dimiliki Cocopeat memiliki tekstur yang mirip dengan tanah. Selain itu, cocopeat mengandung beberapa unsur hara. Meskipun tidak sebanyak kandungan dalam tanah. Walaupun begitu sifat dari cocopeat ini mengikat air lebih banyak ketimbang tanah biasa.
     Cocopeat dapat digunakan sebagai media tanam tanaman sayur-mayur. Sedangkan untuk tanaman di sawah, cocopeat dapat diaplikasikan sebagai campuran pada tanah. Dengan menggunakan cocopeat sebagai media tanam ataupun bahan campuran dengan tanah, maka air yang terserap akan lebih lama terikat di dalamnya. Sehingga tanaman memiliki persediaan air lebih lama di dalam tanah.
     cocopeat di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Selain sebagai alternatif sebagai pengganti dan/atau campuran tanah, media tanam cocopeat ini juga berfungsi untuk menanggulangi menumpuknya limbah sabut kelapa. Seperti yang diketahui bersama bahwa kelapa merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Nyabakan Timur. Jadi, dengan diadakannya pelatihan pembuatan media tanam cocopeat, diharapkan agar para masyarakat di Desa Nyabakan Timur bisa meminimalisir limbah sabut kelapa dan memaksimalkan produksi tanaman yang ada.
     Pada kesempatan kali ini, KKN 69 Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan pelatihan pembuatan media tanam cocopeat di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Selain sebagai alternatif sebagai pengganti dan/atau campuran tanah, media tanam cocopeat ini juga berfungsi untuk menanggulangi menumpuknya limbah sabut kelapa. Seperti yang diketahui bersama bahwa kelapa merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Nyabakan Timur. Jadi, dengan diadakannya pelatihan pembuatan media tanam cocopeat, diharapkan agar para masyarakat di Desa Nyabakan Timur bisa meminimalisir limbah sabut kelapa dan memaksimalkan produksi tanaman yang ada.